LIKE IT !

LIKE IT !
ini hidupku

Jumat, 24 Februari 2012

Surat di Tengah Bulan

Untuk yang terhormat..
Terlalu banyak permohonan untuk kau kabulkan
Tapi tak terlalu kuat keyakinan untuk melawan
Kepada yang terhormat..
Kediamanmu membodohi ketidak percayaan
Tinggal kepasrahan memberontak keputusasaan
Untuk yang terhormat..
Negeri memelik setelah diajar,
Oleh petinggi kurang ajar,
Yang tuli pekikan mawar,
Yang dikiranya jalang dalam belukar
Wahai penguasa negeri..
Harusnya kita terengah
Menciptakan karya yang megah
Gaungkan hymne bangsa,
Berambisilah, bukan berandai-andai !
Beranjak, kibarkan sang saka di dunia,
Jangan dalam tiang angan-angan !
Untuk yang terhormat..
Yang gila akan harkat
Tidakkah antuk hatimu ?
Demi sesaat, berpelukpundaklah dengan yang rapuh
Supaya esok, langit hitam tak usang lagi
Pada esok, lagu-lagu tak mengalunkan nada empati
Jangan hanya menunggu harkat yang tertinggal,
Jangan menanti mentari yang tak urung hanguskan hati,
Lihat almanak kemajuan mulai memerah,
Jangan kau anggap sebagai kiasan belaka,
Hancurlah mimpi-mimpi negeri,
Jika para pejabat hanya ingin martabat !
Kepada yang terhormat..
Lihat negeriku yang terlanjur carut marut,
Yang sedang terpetak terjajah pada kerakusan
Tidakkah malu hatimu ?
Atas banyak kecemburuan yang tergelar,
Antara mobil-mobil mewah,
Dan rumah gerobak sampah !
Antara gedung pencakar langit,
Dan peraduan kolong jembatan sarat penyakit !
Tak sadar dirimu,
Yang dulu mewakili mahasiswa untuk berdemonstrasi,
Dan kini kau telah menjadi menteri yang didemonstrasi ?
Setuli apa zaman ini ?
Dengar ! Sudah banyak yang meneriakkan reformasi,
Untuk petinggi-petinggi tukang korupsi
Sekian banyak janji dibuat,
Hanya dengan meludahkan kata-kata,
Tapi tak beguna apa-apa untuk pejabat yang  tak kunjung merakyat,
Yang acuh walau dihujat dan dilaknat !
Rakyatpun meniru tingkah atasannya,
Yang masih menutup mata antara saudara dengan saudaranya
Hancur !
Negeri zamrud khatulistiwaku yang manis,
Sudah terbakar nyaris habis
Dilalap sejuta krisis
Untuk yang terhormat..
Buka mata, hati, dan pikiran,
Ingat semua yang terlupakan !

Bangkit !
Bukan mengintip atau menunggu kefasihan bahasa takdir,
Tapi rubuhkan bobroknya kepemimpinan yang mulai merenta,
Getarkan jiwamu, hilangkan apatismu,
Alirkan semangat pada jiwa muda,
Agar Indonesia benar-benar merdeka !

Bogor, 25 Februari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar